Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Masjid Quba dan Keutamaan di Dalamnya

Sejarah Masjid Quba di Madinah

Menurut sejarah masjid pertama kali dibangun oleh Rasulullah Saw. di kota Madinah Al-Munawwarah adalah Masjid Quba. Masjid ini dibangun oleh Rasulullah pada tahun pertama Hijriyah setelah beliau tiba dari perjalanan hijrah dari Mekah Al-Mukarramah.

Masjid Quba berada di perkampungan yang bernama Quba, kurang lebih sekitar 3 Km dari arah selatan Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA), dan ± sekitar 5 Km di arah selatan Masjid Nabawi.

Masjid Quba dibangun dengan dasar ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Hal ini desebutkan salam Al Qur'an, yang artinya
”Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalam masjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (QS At-Taubah [9]: 108).

Keutamaan Masjid Quba di Madinah

Masjid yang dibangun dengan dasar ketaqawaan ini memiliki keutamaan yang tidak dimiliki oleh masjid lainnya. Keutamaan yang dimaksud disebukan dalam sebuah hadits dibawah ini.
“Barangsiapa yang bersuci di rumahnya kemudian mendatangi masjid Quba’ lalu sholat di dalamnya dengan suatu sholat maka baginya seperti pahala orang yang melaksanakan umrah” (HR Ibnu Majah no 1412 dan dishahihkan oleh Al-Albani dan Al-Arnaúuth)
Sejarah dan keutamaan tersebutlah yang membuat Masjid Quba selalu dipadati oleh para jamaah, apalagi saat musim haji dan umroh tiba masjid ini akan dipadati para jamaah yang datang dari berbagai belahan dunia. Termasuk jamaah asal Indonesia.

Karena biasanya travel penyelenggara ibadah umroh dan haji plus menjadikan Masjid Quba sebagai destinasi wajib saat city tour di kota Madinah.


Arsitektur dan Renovasi Masjid Quba

Arsitektur Masjid Quba tampak sederhana, walaupun demikian masjid ini dianggap sebagai awal mula seni arsitektur Islam. Bahkan, hingga di abad ini banyak bangunan meniru model bangunan Masjid Quba.

Seiring perjalanan waktu, Masjid Quba sudah mengalami beberapa kali renovasi. Dikutip dari karya tulis Dr Muhammad Ilyas Abdul Ghani yang berjudul "Sejarah Madinah al-Munawwarah" ronovasi besar besaran dilakukan pada tahun 1986 di masa Raja Fahd Ibn Abdul Aziz.

Ronavasi tersebut telah menghabiskan dana sebesar 90 juta Riyal. Dari hasil renovasi tersebut Masjid Quba dapat menampung sekitar 20 ribu jamaah.

Demikianlah tulisan singkat dari kami tentang sejarah Masjid Quba dan keutamaan sholat didalamnya. Semoga dapat menambah wawasan bagi kita semua.

Untuk info pendaftaran dan paket umroh 2023 terbaru silakan hubungi kami melalui nomor kontak yang ada dihalaman ini.